KPK Panggil Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara | Liputan 24 Sulawesi Tenggara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KPK Panggil Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara

Posted by On 12:08 AM

KPK Panggil Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara

Calon Wakil Gubernur Sultra, M Sjafei Kahar

Calon Wakil Gubernur Sultra, M Sjafei Kahar di KPK (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Penyidik KPK memanggil mantan Bupati Buton Provinsi Sulawesi Tenggara M Sjafei Kahar. Kahar yang juga calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara akan diperiksa dalam kasus penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Buton Selatan."Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TK (Tonny Kongres)," ujar juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (17/7).Sjafei terlihat sudah datang ke Gedung KPK pada pukul 12.35 WIB untuk memenuhi panggilan penyidik. Namun ia tidak mau berkomentar dan memilih langsung masuk ke dalam Gedung KPK.

Calon Wakil Gubernur Sultra, M Sjafei Kahar

Calon Wakil Gubernur Sultra, M Sjafei Kahar di KPK (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Dalam kasus ini, Tonny Kongres menjadi tersangka karena diduga menyuap Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat. Agus diduga menerima total Rp 409 juta dari kontraktor terkait proyek-proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Uang tersebut diduga berasal dari kontraktor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Tonny Kongres diduga berperan sebagai koordinator dan pengepul dana untuk diberikan kepada Agus. Agus diketahui merupakan anak dari Sjafei Kahar.Kasus ini terungkap dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK. Pada saat OTT, KPK turut mengamankan seorang konsultan lembaga survei. Bahkan, KPK menemukan uang yang diduga suap berada di dekat alat peraga kampanye. KPK kemudian mengusu t adanya kemungkinan uang suap itu dipakai untuk keperluan pilkada Sjafei Kahar selaku ayah Agus. Kemungkinan adanya kaitan suap dengan pilkada itu muncul lantaran beberapa waktu sebelumnya, KPK juga menggelar OTT di Sultra. Ketika itu, KPK mengamankan Adriatma Dwi Putra selaku Wali Kota Kendari dan ayahnya yang juga calon Gubernur Sultra, Asrun. Adriatma diduga menerima suap yang kemudian sebagian di antaranya dipakai untuk biaya pilkada ayahnya.

Baca Juga :

  • KPK Usut Kaitan Suap Bupati Buton dengan Pencalonan Ayahnya di Pilgub
  • Uang Suap Bupati Buton Selatan Ditemukan Bersama Alat Peraga Kampanye
Dalam Pilgub Sultra, terdapat 3 pasangan calon yang bertarung, termasuk Asrun dan Sjafei. Namun dari hasil rekapitulasi KPU, keduanya kalah suara. Berikut hasil rekapitulasi suara Pilkada Sulawesi Tenggara 2018:- Pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas mendapat 495.880 suara atau 42,84 persen.- Pasangan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar mend apat 358.537 suara atau 30,98 persen.- Pasangan Asrun-Hugua mendapat 280.762 suara atau 24,26 persen.Sumber: Berita Sulawesi Tenggara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »