Kisah Ibu Penjual Sayur di Baubau yang Tidak Menyangka Bisa ... | Liputan 24 Sulawesi Tenggara
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kisah Ibu Penjual Sayur di Baubau yang Tidak Menyangka Bisa ...

Posted by On 3:10 PM

Kisah Ibu Penjual Sayur di Baubau yang Tidak Menyangka Bisa ...

Image effectivemeasure ​ Haji Okezone

  • Home
  • Haji
  • Curhat Haji
Kisah Ibu Penjual Sayur di Baubau yang Tidak Menyangka Bisa Naik Haji ant, Jurnalis · Selasa, 31 Juli 2018 - 13:28 wib (Ilustrasi jamaah haji. (Foto: Ist)) A A A

BAUB AU â€" Wa Iha (75), warga Kelurahan Bataraguru, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, yang bekerja sebagai penjual sayur, tahun ini menunaikan ibadah haji. Wa Iha yang ditemui saat pelapasan jamaah calon haji oleh Penjabat Wali Kota Baubau, Hado Hasina, pada Senin 30 Juli 2018, menceritakan hingga bisa berangkat haji.

Perempuan yang sudah selama 20 tahun menjadi penjual sayur ini tidak menyangka akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima itu.

BERITA REKOMENDASI
  • Jamaah Tertua Berusia 120 Tahun Naik Haji Tanpa Keluarga, Ini Kisahnya
  • Slamet Budiono Rela Gendong Jamaah Haji untuk Ibadah di Masjidil Haram Sampai Antar ke Hotel
  • Jamaah Haji Puji Pelayanan Katering dan Hotel di Makkah

Pendapatan dari menjual sayur dan ikan asin itu Wa Iha sisihkan Rp20.000 setiap harinya. Lalu pada 2010, dirinya mulai menyetor ongkos naik haji (ONH) di bank sebesar Rp25,5 juta.

"Saya jualan mulai jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Saya jalan kaki kar ena kebetulan rumah saya dekat dengan Pasar Karya Nugraha," ujar perempuan paruh baya ini dalam bahasa daerahnya, Selasa (30/7/2018).

Perempuan asal Kabupaten Buton Tengah ini berada di Kota Baubau sejak 30 tahun silam. Ia ditinggal wafat suaminya, La Mbale, sekira 20 tahun lalu, sehingga untuk menghidupi keempat anaknya harus bekerja sendiri.

Ia mengisahkan, kini keempat anaknya sudah berkeluarga. Anak sulungnya berprofesi sebagai guru di salah satu SMA di Baubau.

Kemudian anak keduanya hanya mengurus rumah tangga. Sedangkan anak bungsunya bekerja sebagai staf di salah satu perguruan tinggi di Baubau.

"Semua biaya haji, saya biayai sendiri. Ini juga berkat doa seluruh keluarga dan anak-anak," ujarnya.

Penjabat Wali Kota Baubau Hado Hasina mengatakan, jumlah jamaah calhaj Baubau yang akan berangkat tahun ini ada peningkatan sekira 10 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu menandakan daerah dan masyarakat Baubau ada kemajuan ekonomi serta kesadaran cukup.

"Jamaah haji kita ini cukup banyak dan bukan hanya orang kaya. Tadi ada tukang sayur dan tukang ojek menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, kalau ke depan ekonomi daerah bisa lebih diperbaiki, maka nantinya jamaah calhaj yang akan mengisi kuota adalah para pedagang maupun sektor wiraswasta kecil lainnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Baubau Rahman Ngkaali mengatakan, dari 177 jamaah calhaj asal Baubau, terdapat seorang ibu yang bekerja sebagai penjual sayur dan tukang ojek.

Ia mengatakan, jamaah calhaj Baubau yang berada di kelompok terbang (kloter) 22 bersama dengan jamaah asal Kabupaten Buton, Buton Utara, Muna, Konawe, Konsel, dan Kota Kendari berjumlah 455 orang.

"Insya Al lah berangkat 2 Agustus 2018 dan kemudian transit di Pondok Madina satu malam. Selanjutnya 3 Agustus 2018, pukul 21.00 Wita, mereka masuk ke asrama haji. Kemudian 4 Agustus 2018, pukul 22.45 Wita, mereka baru menuju Jeddah," paparnya.

(han)

Berita Rekomendasi

Curhat Haji 2018
  • Sakit Tak Surutkan Tekad Kakek Ini untuk Berhaji
  • Kegigihan Ibu Penjual Sayur Wujudkan Mimpi Berangkat Haji
  • Kisah Slamet, Jamaah Ditinggal Meninggal Istri Setelah 10 Hari Bersama di Tanah Suci
  • Kisah Jamaah Indonesia Berihram 10 Jam karena Tertinggal Rombongan ke Makkah
  • Perjuangan Pemulung dari Probolinggo Gapai Impian Berangkat Haji
  • Sakit Tak Surutkan Tekad Kakek Ini untuk Berhaji
  • Kegigihan Ibu Penjual Sayur Wujudkan Mimpi Berangkat Haji
  • Kisah Slamet, Jamaah Ditinggal Men inggal Istri Setelah 10 Hari Bersama di Tanah Suci
  • Kisah Jamaah Indonesia Berihram 10 Jam karena Tertinggal Rombongan ke Makkah
  • Perjuangan Pemulung dari Probolinggo Gapai Impian Berangkat Haji
Cari Berita Lain Di Sini

berita pilihan

  • Kementerian Agama Terus Lakukan Persiapan Menyambut Musim Haji 2018
  • Masjid Jiranah, Napak Tilas Nabi Muhammad Miqat Sebelum Umrah
  • Perjuangan Menggapai Taman Surga di Raudhah dengan Kursi Roda
  • Jamaah Haji Borong Oleh-Oleh, Pengusaha Kargo di Arab Saudi Banjir Pesanan
  • Jelang Mendarat di Tanah Air, Jamaah Haji Sumut Meninggal dalam Pesawat
  • Puncak Haji, 21 Bus Akan Berangkatkan 204 Ribu Jamaah Indonesia dari Makkah ke Arafah
  • Jamaah Haji, Jangan Lupa Bayar Dam Paling Lambat 31 Agustus!

topik populer

  • 1 Gempa Lombok
  • 2 Pendaftaran Caleg
  • 3 Liputan Haji
  • 4 Prancis Juara Dunia
  • 5 Freeport Indonesia

OKEZONE HARI INI

  • Ahmad Rofiq: Jokowi Jadi Spirit Pemenangan Perindo di Pemilu Ahmad Rofiq: Jokowi Jadi Spirit Pemenangan Perindo di Pemilu
  • Rafinha Alcantara Berharap Thiago Gabung Barcelona Lagi Rafinha Alcantara Berharap Thiago Gabung Barcelona Lagi
  • Gurihnya Ayam Saus Bawang Bombai Masaknya Ditumis Pakai Minyak Zaitun Gurihnya Ayam Saus Bawang Bombai Masaknya Ditumis Pakai Minyak Zait un
  • Apple Bakal Usung Fitur Dual SIM di iPhone Terbaru? Apple Bakal Usung Fitur Dual SIM di iPhone Terbaru?
  • MUFG Bank Tambah Kepemilikan Saham Jadi 40% di Danamon MUFG Bank Tambah Kepemilikan Saham Jadi 40% di Danamon
  • Uang Pesangon Jadi Kendala Terakhir dari Proses Transfer Higuain, Bonucci, dan Caldara Uang Pesangon Ja di Kendala Terakhir dari Proses Transfer Higuain, Bonucci, dan Caldara
  • Sopir Taksi Ditemukan Tewas Mengapung di Sawah, Ada Bekas Jeratan di Leher Sopir Taksi Ditemukan Tewas Mengapung di Sawah, Ada Bekas Jeratan di Leher
Sumber: Google News | Liputan 24 Bau-Bau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »